Catering

Jadi ceritanya sebelum kami bener-bener deal sama Lemhanas, kami datang ke wedding expo di Balai Samudera. Buat urusan catering, kita emang udah sama-sama jatuh hati sama ALFABET. Waktu itu, sempet dateng ke nikahan kakaknya sahabat saya, pakai catering Alfabet dan puas banget icip-icip. Makanannya rata, enak semua. Belum lagi jatuh cinta sama dutch cornernya yang lucu banget.

Jadi dutch corner itu kayaknya ciri khasnya Alfabet ya, gubug berisi dessert khas belanda, didekor ala belanda sampai mbak-mbak dan mas-mas pelayannya pun pakai baju belanda. Lucuu.

Maka, pas sampai Balai Samudra langsung aja loh nggak pakai tengok kanan kiri, kita cari stand nya Alfabet. Disambut mbak Lia, salah satu marketingnya yang akan urus catering kami. Dateng-dateng langsung dikasih jus leci yang enak banget. Disuruh cobain salmon dan mie nya juga, dan yak enak juga. Jadilah kita langsung jatuh hati dan menetapkan diri mau pakai Alfabet.

Tapi masalah pertamanya adalah Alfabet cuma terima 1 klien lagi untuk tanggal yang kita mau, dan kemungkinan tanggal itu full kalau nggak langsung DP sangat besar. Dimana kita belum bisa langsung memutuskan, karena gedung sebenernya belum 100% deal dan belum tanya keluarga juga.

Akhirnya beberapa hari berikutnya kita sibuk ngepasin tanggal sama lowongnya Alfabet. Dan dengan alasan Alfabet masih kosong ditanggal seminggu setelah tanggal yang kita mau dan Lemhanas alhamdulillah masih kosong juga ditanggal seminggu setelahnya. Diputuskanlah tanggal mundur 1 minggu, dan cateringnya Alfabet. Hahaa, baru kali ini nih kata temen saya, gedung yang ngikutin catering. Ya abis gimana dong, udah jatuh cinta.

Tapi tiba-tiba keraguan kami berdua muncul saat Alfabet nganterin test food kerumah. Kondisinya waktu itu, si mas-mas kurir nya nganterin test food hujan-hujan, naik motor. Jadi asumsi kami, mungkin makanannya jadi dingin dan rasanya kok yo nggak seenak yang kita cobain 😦 Sempet ragu, tapi udah dp. Untung keluarga nggak complain nggak suka. Keluarga sih setuju kita tetep pakai Alfabet. Tapi kok yo hati kami sungguh khawatir ya.

Untungnya kekhawatiran kami teredam saat baca review-review orang tentang catering ini. Belum lagi setiap urus vendor yang lain dan ditanya cateringnya apa, mereka selalu jawab:

Wah udah itu sih mbak, kalau pake Alfabet udah lah. Pasti enak kok.

Ah, legaa. Bahkan temennya pacar sempet komentar begini saat kami bilang pakai Alfabet:

Gue bawa tupperware ya ke nikahan lo, sumpah itu enak banget cateringnya

Yippie, semoga deh ya bener-bener memuaskan nanti di nikahan saya. Oh iya, dutch cornernya aku dikasih free loh 😀

Sebenernya urusan catering belom selesai sih, sekarang kami diribetin harus pilih menu, harus itung berapa porsi yang harus dipesen, dan tema dekorasi cateringnya gimana (tapi ini bisa diputuskan sampai 2 minggu sebelum acara). Oh iya, karena dateng di pameran, kami juga dikasih potongan harga yang lumayan lah buat tambah-tambah biaya cetak foto prewedding. Hehee

Oh iya sedikit info masalah harga catering. Baru tau nih, dijelasin mbak Lia juga, kalau harga catering itu bergantung juga sama venue-nya. Jadi contohnya sebagai perbandingan gini, saya di lemhanas harga buffet per porsinya misalnya sekitar 75.000 dan dengan menu yang sama, di K-Link Tower harganya bisa jadi 85.000 per porsi. Harga ini menyesuaikan besarnya charge gedung yang dibebankan ke catering. Wah jadi bersyukur banget, akhirnya memutuskan pakai Lemhanas 😀

Advertisements

One thought on “Catering

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s